Kondisi geografis.
Secara geografis SMP Negeri 35 Purworejo terletak di daerah pedesaan, tepatnya di Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Secara astronomi terletak pada -7.7566 (LS) dan 109.9309 (BT). Jarak dari pusat pemerintahan, berjarak 4 km dari kantor kecamatan, 10 km dari kantor kabupaten dan 130 km dari ibukota provinsi.
Di depan Sekolah melintas jalan desa yang menghubungkan kecamatan Bayan dan beberapa desa di kecamatan Banyuurip, tetapi tidak terdapat angkutan umum yang langsung akses ke SMP Negeri 35 Purworejo. Sekeliling sekolah, berbatasan langsung dengan area pertanian yang membatasi sekolah dengan area pemukiman penduduk.
Kondisi tanah di lingkungan SMP Negeri 35 Purworejo, tipe tanah labil (selalu bergerak), apalagi ketika musim kemarau banyak tanah yang pecah-pecah sehingga mempengaruhi struktur bangunan/gedung SMP Negeri 35 Purworejo. Lokasi sekolah juga termasuk daerah rawan banjir. Kondisi cuaca SMP Negeri 35 Purworejo relatif lebih dingin dibandingkan dengan wilayah perkotaan Purworejo atau wilayah bagian lebih barat SMP Negeri 35 Purworejo sehingga relatih mendukung untuk kegiatan pembelajaran.
Kondisi sarana prasarana
SMP Negeri 35 Purworejo memiliki lahan keseluruhan seluas 13.000 km2 dengan luas bangunan 5.800 km2. Dari data tersebut tampak bahwa SMP Negeri 35 Purworejo masih memiliki lahan yang cukup luas yang dapat digunakan sebagai wilayah pengembangan sekolah baik berupa gedung baru maupun sarana prasarana lain seperti lapangan olahraga, lapangan upacara, tempat ibadah.
SMP Negeri 35 Purworejo adalah sekolah yang telah beroperasi sejak tahun 1996 dan merupakan SMP kedua yang berdiri di wilayah kecamatan Bayan. Karena telah cukup lama berdiri yaitu sekitar 26 tahun, maka SMP Negeri 35 Purworejo telah memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mengemban tugas layanan pendidikan sesuai standar sarana prasarana. Berikut sarana prasarana yang telah tersedia di SMP Negeri 35 Purworejo :
Namun demikian seiring dengan perkembangan sekolah dimana bertambahnya jumlah murid dan jumlah guru karyawan menjadikan ada beberapa sarana prasarana menjadi tidak representatif untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga sekolah. Oleh karena itu sekolah secara bertahap merencanakan kegiatan pengadaan dan perbaikan dalam program sekolah bidang sarana prasarana.
Kondisi sosial budaya
SMP Negeri 35 Purworejo adalah sekolah yang terletak pada area pedesaan dengan masyarakat yang masih sangat mengikuti budaya dan tradisi yang ada sejak dulu, seperti ritual budaya wayangan, nyadran, ritual keagamaan (suran, rajaban, punggahan ), sambatan/gotong royong, nyumbang, rewang, tilik, dan lain sebagainya. Tradisi tersebut tetap dipertahankan tentu saja karena dalam tradisi tersebut mengandung makna dan filosofi yang diyakini secara bersama-sama oleh anggota masyarakat. Walaupun dengan adanya kasus pandemi Covid-19 yang terjadi mulai tahun 2020, memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan situasi tersebut.
Budaya masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi tersebut tentu saja memberikan pengaruh terhadap budaya yang berkembang di sekolah. Budaya sekolah yang merupakan nilai-nilai yang diyakini oleh komunitas sekolah terwujud dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti bagaimana hubungan terjalin antar guru karyawan, hubungan guru karyawan dengan murid, hubungan antar murid; gambaran fisik sekolah; kebiasaan-kebiasaan yang berkembang di sekolah. Walaupun sekolah sebagai institusi formal yang dikelola berdasarkan regulasi formal, akan tetapi kehidupan di dalamnya tetap dijalankan dalam tatanan budaya yang ada
Kondisi murid.
Kondisi murid SMP Negeri 35 Purworejo dari segi jumlah dapat dilihat melalui tabel berikut :
| NO | KELAS | LAKI-LAKI | PEREMPUAN | JUMLAH | KET. |
| 1 | Kelas VII | 75 | 53 | 128 | |
| 2 | Kelas VIII | 63 | 71 | 134 | |
| 3 | Kelas IX | 74 | 41 | 115 | |
| JUMLAH | 212 | 165 | 377 |
Kondisi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 35 Purworejo berjumlah orang terdiri dari : 19 orang tenaga pendidik dan 7 orang tenaga kependidikan.
Secara rinci kondisi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 35 Purworejo dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut :
Tenaga Pendidik
| No | Keterangan | Jumlah |
| 1 | Terdaftar di Dapodik | 19 |
| 2 | Belum Terdaftar di Dapodik | 0 |
| 3 | PNS | 18 |
| 4 | Non PNS / GTT | 1 |
| 5 | Bersertifikat Pendidik | 15 |
| 6 | Belum Bersertifikat Pendidik | 4 |
| 7 | Berijazah S1 | 16 |
| 8 | Berijzah S2 | 2 |
Kondisi Tenaga Kependidikan SMP Negeri 35 Purworejo :
| No | Keterangan | Jumlah |
| 1 | Terdaftar di Dapodik | 6 |
| Belum Terdaftar di Dapodik | 1 | |
| 2 | PNS | 1 |
| Non PNS / PTT | 6 | |
| 3 | Berijazah S1 | 0 |
| Berijazah D2 | 1 | |
| Berijazah SMA/SMK | 5 | |
| Berijazah SMP | 1 | |
| Berijazah SD | 0 |
Karakteristik kondisi fisik SMP Negeri 35 Purworejo.
Sekeliling SMP Negeri 35 Purworejo berbatasan langsung dengan area persawahan dan untuk sampai ke pemukiman penduduk, dibatasi oleh area persawahan tersebut.
Kondisi lahan kurang memadai terutama saat pelaksanaan upacara bendera dan pembelajaran PJOK serta seni budaya diantisipasi dengan membuat formasi barisan lebih rapat saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera, pembelajaran PJOK dan seni budaya kerap memanfaatkan lahan kosong di sisi kiri sekolah, kelebihan SMP Negeri 35 Purworejo antara lain:
Karakteristik Murid
Latar belakang pendidikan orang tua, sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal murid SMP Negeri 35 Purworejo sangat beragam, mulai dari buruh cuci yang tinggal di rumah kontrakan sampai dengan murid yang pulang pergi ke sekolah diantar dengan mobil dan sopir pribadi, hal ini sangat melatar belakangi karakteristik murid, dengan latar belakang tersebut secara umum karakteristik murid di SMP Negeri 35 Purworejo sebagai berikut:
Landasan Kurikulum Operasional di SMP Negeri 35 Purworejo.
Landasan penyusunan kurikulum operasional SMP Negeri 35 Purworejo adalah :